4 Tips Mengembangkan Potensi Menulis ala Helvy Tiana Rosa


Siapa sih yang tidak mengenal Bunda Helvy Tiana Rosa? Siapa sih yang tidak mengenal salah satu penulis best seller, Habibburahman El Shirazy dan Asma Nadia? Nah beliau-beliau itu merupakan muridnya Bunda Helvy.

Bunda Helvy Tiana Rosa lahir di Medan, Sumatera Utara, 2 April 1970 adalah Seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya mulai dikenal melalui karya-karyanya berupa puisi, cerpen, novel dan esai sastra yang dimuat diberbagai media massa. Beliau juga merupakan pendiri Forum Lingkar Pena, Teater Bening dan juga merupakan kakak kandung dari Asma Nadia. Hingga hari ini seperti yang dilansir pada situs Wikipedia.org Beliau berhasil menerbitkan sebanyak 55 buku, baik berupa puisi, cerita pendek, novel dsb.

Nah pada kesempatan kali ini saya akan menshare beberapa tips dari beliau seputar dunia kepenulisan. Beliau menyampaikan ilmu ini saat lokakarya kepenulisan pada Sabtu, (2/9/2017) di Ruang Utama Salman ITB.


Ada empat tips dan cara untuk mengembang potensi menulis menurut Bunda Helvy, yaitu:

1. Tekad

Banyak diantara kita dilahirkan dengan berbagai bakat tak terkecuali dengan bakat menulis, tapi bagaimana jika kita tidak memiliki bakat dalam menulis tapi ingin menjadi seorang penulis? Seperti yang dipaparkan bunda helvy pada lokakarya kepenulisan, beliau menyampaikan bahwa bakat itu hanya menunjang kita 10% dan 90%nya lagi merupakan tekad yang kuat, keinginan dan kesungguhan. Jadi, menurutnya semua orang bisa menjadi penulis asalkan ada tekat yang kuat.

2. Pembiasaan

Pernah dengar dengan istilah “Kita bisa karena biasa”. Nah hal inilah yang harus kita tanamkan setelah memiliki tekad. Karena tekad saja tidaklah cukup perlu pembiasaan. Karena menurut Beliau, untuk bisa menjadi seorang penulis harus sering-seringlah menulis. Beliau juga menyampaikan, kita harus menulis setiap hari. Minimal, satu hari satu halaman, entah itu tentang cerita pribadi atau hal lainnya.

3. Wawasan

Nah, agar saat kita menulis tidak bingung, kita juga dituntut harus mempunyai wawasan yang luas. Makanya rata-rata penulis itu suka membaca buku. Tapi wawasan juga tidak hanya dari buku saja. Misalkan kita keluar dari rumah lalu bertemu dengan seorang nenek dijalan dan ngobrol-ngobrol dan ternyata nenek tersebut memberikan kisah pengalamannya. Nah, itu juga merupakan wawasan.

4. Istiqamah

Pernah denger kata Istiqamah? Tahukah kamu apa itu Istiqamah? Nah, mungkin bagi sebagian besar mendefinisikan Istiqamah sebagai konsisten. Tapi konsep Istiqamah sendiri lebih luas dari itu loh. Nah menurut Bunda Helvy, beliau mendefinisikan Istiqamah itu menjadi tiga bagian yang daripadanya itu, jika digabungkan ketiga-tiganya maka akan dapat disebut Istiqamah, Istiqamah terdiri dari :

• Konsisten berarti tetap, tidak berubah-ubah. Artinya kita harus meluangkan waktu setiap hari untuk menulis.

• Resisten berarti mempunyai daya tahan. Nah jika kamu ingin menjadi seorang penulis harus memiliki sikap ini, jangan malas dan apapun yang terjadi harus tetap berlatih menulis.

• Persisten berarti ada kemajuan. Nah jika kita menerapkan seluruh konsep yang telah dipaparkan diatas maka ingat kata-kata bijak ini “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya”.

Selengkapnya : go!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »